Isolator listrik adalah bahan yang tidak bisa atau sulit melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam bahan isolator valensi elektronnya terikat kuat pada atom-atomnya. Bahan-bahan ini dipergunakan dalam alat-alat elektronika sebagai isolator, atau penghambat mengalirnya arus listrik. Isolator berguna pula sebagai penopang beban atau pemisah antara konduktor tanpa membuat adanya arus mengalir ke luar atau atara konduktor. Istilah ini juga dipergunakan untuk menamai alat yang digunakan untuk menyangga kabel transmisi listrik pada tiang listrik.
Beberapa
bahan, seperti kaca, kertas, atau Teflon merupakan bahan isolator yang
sangat bagus. Beberapa bahan sintetis masih "cukup bagus"
dipergunakan sebagai isolator kabel. Contohnya plastik atau karet. Bahan-bahan
ini dipilih sebagai isolator kabel karena lebih mudah dibentuk / diproses
sementara masih bisa menyumbat aliran listrik pada voltase menengah (ratusan,
mungkin ribuan volt).
eknik Isolasi
1.apa yang anda ketahui tentang isolasi dan bagaimana peran
dan fungsi isolasi dalam sistem tenaga listrik?
2.jelaskan apa yang dimaksud dengan dielektrik, karakteristik
dielektrik dan gambarkan suatu rangkaian ekivalennya!
3.jelaskan perbedaan antara kekuatan dielektrik dengan
permitivitas relatif dielektrik!
4.ada berapa mekanisme kegagalan dielektrik pada isolasi
padat (sebutkan dan berikan penjelasannya)!
Jawab:
a.
isolasi
adalah suatu alat yang mempunyai fungsi untuk memisahkan dua atau lebih
penghantar listrik yang bertegangan sehingga antara penghantar-penghantar
tersebut tidak terjadi lompatan listrik atau percikan.
Peran dan fungsi isolasi:
·
a.untuk
mengisolasi antara penghantar dengan penghantar yang lain.
·
b.menahan
gaya mekanis akibat adanya arus pada konduktor yang diisolasi.
·
c.mampu
menahan tekanan yang diakibatkan panas dan reaksi kimia.
b. dielektrik adalah penahan arus, digunakan untuk memisahkan
dua permukaan yang memiliki perbedaan potensial listrik. Dielektrik banyak
digunakan sebagai isolasi pemisah dan pembungkus pada konduktor.
ada enam sifat listrik dielektrik, yaitu:
·
Kekuatan
dielektrik
Kekuatan dielektrik dari suatu bahan isolasi dinyatakan
dengan tegangan maksimum yang dapat ditahan oleh suatu medium tanpa merusaknya.
·
Konduktansi
Apabila tegangan searah diberikan pada plat-plat sebuah
kapasitor komersil dengan isolasi seperti mika, porselin atau kertas maka arus
yang timbul tidak berhenti mengalir untuk waktu yang singkat tetapi turun
perlahan-lahan. Hal itu disebabkan oleh ketiga komponen arus yang terdapat
didalam dielektrik tersebut.
·
Rugi-rugi
dielektrik
Rugi-rugi dielektrik untuk isolasi tegangan tinggi merupakan
salah satu ukuran penting terhadap kualitas material isolasi. Suatu bahan
dielektrik tersusun atas molekul-molekul dan elektron-elektron di dalamnya
terikat kuat dengan inti atomnya. Ketika bahan tersebut belum dikenai medan
listrik, maka susunan molekul dielektrik tersebut masih belum beraturan (tidak
tersusun rapi)
·
Tahanan
isolasi
Jika suatu dielektrik diberi tegangan searah, maka arus yang
mengalir pada dielektrik terdiri dari 2 komponen yaitu arus yang mengalir pada
permukaan dielektrik dan arus yang mengalir melalui volume dielektrik. Sehingga
hambatan dielektrik terdiri dari resistansi permukaan dan resistansi volume.
·
Peluahan
parsial (partial discharge)
Peluahan parsial (partial discharge) adalah peluahan elektrik
pada medium isolasi yang terdapat di
antara dua elektroda berbeda tegangan, di mana peluahan tersebut tidak sampai
menghubungkan kedua elektroda secara sempurna. Peristiwa seperti ini dapat
terjadi pada isolasi padat yang di
dalamnya terdapat rongga udara .
·
Kekuatan
kerak isolasi (tracking strength)
Bila suatu sistem isolasi diberi tekanan elektrik, maka arus
akan mengalir pada permukaannya. Besar arus permukaan ini menentukan besarnya tahanan permukaan sistem isolasi. Arus ini
sering juga disebut arus bocor atau arus yang menelusuri sirip isolator. Besar
arus tersebut dipengaruhi oleh kondisi sekitar, yaitu suhu, tekanan,kelembaban
dan polusi. Secara teknis sistem isolasi harus mampu memikul arus bocor
tersebut tanpa menimbulkan pemburukan karena arus bocor dapat dibatasi.
Rangkaian ekivalennya:
c. Kekuatan
dielektrik (dielectric strength disebut juga
breakdown strength) didefinisikan sebagai gradien tegangan maksimum yang
masih mampu ditahan oleh dielektrik sebelum terjadi kegagalan fungsi.
Nilai hasil pengukuran kekuatan
dielektrik ini sangat tergantung dari geometri spesimen, elektroda, dan
prosedur pengukuran. Walaupun hasil
pengukuran bervariasi, namun data hasil pengukuran setidak-tidaknya memberi
ancar-ancar dalam menilai dan
menggunakan material dielektrik.
Permitivitas relatif suatu dielektrik (disebut juga konstanta
dielektrik), εr, didefinisikan sebagai
perbandingan antara permitivitas dielektrik (ε) dengan permitivitas ruang
hampa, (ε0).
d. Kegagalan bahan
isolasi padat terjadi karena kekuatan listrik (strength), lebih kecil dari
tekanan listrik (stress).
Mekanisme kegagalan bahan isolasi padat:
·
Kegagalan
Asasi (Intrinsik) dan Kegagalan Elektromekanik merupakan pembagian dari
Kegagalan bahan isolasi padat berdasarkan waktu penerapan tegangannya.
Kegagalan yang lain yaitu, Kegagalan Streamer, Kegagalan Termal, dan Kegagalan
Erosi. Kegagalan Asasi (Intrinsik) adalah kegagalan yang disebabkan oleh jenis
dan suhu bahan dengan menghilangkan pengaruh luar seperti tekanan, bahan
elektroda, ketidakmurnian, dan kantong-kantong udara. Kegagalan ini terjadi
jika tegangan yang dikenakan pada bahan, dinaikkan sehingga tekanan listriknya
mencapai nilai tertentu dalam waktu yang singkat.
·
Kegagalan
Elektromekanik adalah kegagalan yang disebabkan oleh adanya perbedaan polaritas
antara elektroda yang mengapit zat isolasi padat sehingga timbul tekanan
listrik pada bahan tersebut. Tekanan listrik yang terjadi menimbulkan tekanan
(pressure) mekanik yang terjadi akibat timbulnya gayatarik menarik antara kedua
elektroda tersebut. Pada tegangan 106 volt/cm menimbulkan tekanan mekanik 2-6
kg/cm2. Tekanan atau tarikan mekanis ini berupa gaya yang bekerja pada zat
padat berhubungan dengan Modulus Young. Jika kekuatan asasi (intrinsik) tidak
tercapai maka zat isolasi akan gagal bila tegangan V dinaikkan lagi.

0 comments:
Post a Comment